DETAIL PANDUAN

PANDUAN PEMASANGAN KERAMIK (Bagian 1)

Thursday, 30/03/2017 08:01

METODE PRAKTIS PEMASANGAN KERAMIK DAN LANGKAH SEDERHANA PEMASANGAN KERAMIK 

A. Alat yang digunakan:

1.    Pemotong ubin

     Kegunaan : memotong ubin agar sesuai dengan penggunaannya.

2.   Pangkur persegi gerigi/roskam bergerigi

     Kegunaan : meratakan lapisan semen dan pasir pada area yang akan dipasang ubin dan membuat alur pada lapisan tersebut sebelum proses pemasangan. 

3.   Spacer

     Kegunaan : menjaga agar besaran jarak antar ubin (“nat’’) tetap sama. 

4.   Palu karet
     Kegunaan : meratakan permukaan ubin yang akan dipasang dan menghindari ubin pecah pada saat dipukul.


B.  Panduan pemasangan keramik:

1.     Rendam ubin dalam air yang berfungsi untuk membantu proses penempelan ubin (untuk metode pasang kering ubin tidak perlu direndam).

2.     Adukan semen untuk pemasangan ubin harus penuh. Proporsi adukan antara semen dan pasir serta ketebalan adukan rata-rata yang dianjurkan adalah :

  • Untuk pemasangan dilantai: proporsi semen : pasir = 1 : 6; ketebalan rata-rata: 2 - 4 cm.
  • Untuk pemasangan didinding: proporsi semen : pasir = 1 : 4; ketebalan rata-rata: 2,0 cm.

3.     Bersihkan lantai yang akan dipasang ubin, setelah itu lapisi permukaan lantai tersebut dengan adukan semen dan pasir.

4.     Buatlah alur pada lapisan adukan semen dan pasir tersebut dengan menggunakan pangkur persegi gerigi/roskam bergerigi.

5.     Pasang ubin sesuai dengan acuan garis diatas lapisan adukan semen dan pasir yang telah diberi alur.

6.     Berikan tekanan agar ubin menempel dengan baik pada lapisan adukan semen dan pasir.

7.     Gunakan spacer plastik untuk mengatur nat antar ubin agar jarak tetap sama (lurus).

8.     Setelah semua ubin terpasang, ratakan permukaan ubin tersebut dengan menggunakan palu karet dan balok kayu.

9.     Berikan grout/semen pengisi ke dalam nat pada ubin yang telah terpasang.  Lakukan proses ini beberapa hari setelah ubin terpasang, dan jaga agar nat dalam kondisi tetap bersih.

10.  Bersihkan grout pada permukaan ubin dengan menggunakan spons/busa dan setelah itu bersihkan permukaan ubin dengan menggunakan kain.


C.  Hal-hal yang perlu diperhatikan: kontrol kualitas pemasangan

1.     Kerataan permukaan: toleransi ketidakrataan permukaan ubin yang terpasang tidak boleh lebih dari 3 mm dalam setiap luas area sebesar 1,3 meter persegi. 

2.     Tinggi permukaan: toleransi perbedaan tinggi antar ubin setelah terpasang tidak boleh lebih dari 1 mm.

3.     Skirting  (proses pemotongan dan penumpulan pinggiran ubin): perbedaan tinggi ubin terpasang hasil skirting tidak boleh lebih dari 2 mm.

4.     Nat: nat ubin harus seragam ukurannya. Toleransi ketidaksamaan ukuran nat tidak boleh lebih dari 1 mm.  Bersihkan sisa grout yang membuat cacat pada permukaan keramik.

5.    Daya ikat: daya ikat dijaga dengan memastikan ubin dan lapisan adukan semen dan pasir di bawah ubin terpadu dengan baik, dimana tidak boleh ada rongga dibawah ubin.  Adanya rongga menyebabkan ubin mudah pecah setelah terpasang.

6.    Kondisi ubin terpasang: permukaan ubin harus bebas gumpil/retak serta dalam keadaan bersih dari sisa-sisa semen yang menempel pada permukaan ubin atau cacat lainnya.